Sunday, February 17, 2019

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK DETEKSI KERUSAKAN PADA LAPTOP

Pendahuluan

Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana meniru cara seorang pakar berfikir dalam menyelesaikan suatu permasalahan, membuat keputusan maupun mengambil kesimpulan dari suatu permasalahan. Pada saat ini kerusakan hardware maupun software pada Laptop menjadi hal yang sangat sering dialami oleh pengguna Laptop. Banyaknya tenaga ahli yang mampu dijadikan salah satu pilihan untuk melakukan perbaikan sesuai kerusakan yang dialami bukanlah hal yang susah untuk ditemukan. Namun disamping itu para pengguna kadang kala harus berfikir panjang untuk datang langsung pada tempat ataupun orang yang ahli pada perbaikan Laptop, hal ini dikarenakan mahalnya biaya perbaikan yang harus dibayar. Pada Penulisan ini penulis mempunyai maksud dan tujuan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik, adapun maksud dari penulisan ini antara lain: 
  1. Mempelajari dan memahami lebih jauh mengenai Laptop dan sistem pakar.
  2. Membangun sebuah sistem pakar dengan basis penerapan metode Forward Chaining yang mampu mendeteksi kerusakan dan cara perbaikannya pada laptop..
  3. Memberikan kemudahan serta Solusi bagi pengguna laptop untuk mengetahui masalah atau kerusakan yang terjadi.
Materi yang dibahas adalah mengenai deteksi kerusakan-kerusakan Laptop yang diperoleh dari hasil jawaban user setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada sistem pakar dan membatasi penggunaan sistem pakar ini untuk kalangan yang faham mengenai bahasa-bahasa Laptop agar membantu mereka untuk medapatkan solusi dengan cepat atas kerusakan Laptop yang dialami. Pada penulisan ini penulis juga menggunakan beberapa penulisan terdahulu sebagai bahan acuan dan perbandingan.



Langkah-langkah Yang Harus Dilakukan Dalam Membuat Sistem Forward Chaining

Menurut Riskadewi dan Hendrik [2] (2005) Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat sistem forward chaining berbasis aturan, yaitu:
  1. Pendefinisian Masalah
  2. Pendefinisian Data Input Sistem forward chaining memerlukan data awal untuk memulai inferensi.
  3. Pendefinisian Struktur Pengendalian Data.
  4. Penulisan Kode Awal.
  5. Pengujian Sistem.
  6. Perancangan Antarmuka
  7. Evaluasi Sistem.

Basis Pengetahuan
Isi dari basis pengetahuan berupa fakta-fakta dan aturan-aturan yang dipakai oleh beberapa pakar dengan dilandasi pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman beberapa pakar. Untuk merepresentasikan pengetahuan digunakan metode kaidah produksi yang biasanya ditulis dalam bentuk JIKA-MAKA (IF-THEN). Fakta-fakta atau aturan-aturan yang digunakan dalam sistem pakar ini adalah:
  • Rule 1 : Jika IC controller rusak dan putusnya skring pada motherboad Maka tampilan Keyboard Error.
  • Rule 2 : Jika Keyboard terdapat banyak debu dan Socket keyboard renggang/jalur penghubung keyboard ada yang terputus maka Beberapa tombol keyboard tidak berfungsi.
  • Rule 3 : Jika Laptop terlalu banyak program dan memori kecil maka Laptop Sering Hang.
  • Rule 4 : Jika Cache memory bermasalah dan mengalami bad sector dan memori tidak kompatibel maka Laptop tidak bisa booting.
  • Rule 5 : Jika motherboard tidak dapat melakukan pengecekan data dan Processor rusak dan tegangan regulator tidak stabil dan memori rusak maka Motherboard Blank.
  • Rule 6 : Jika media disk rusak dan lemahnya opic dan permukaan lensa tertutup oleh debu atau asap rokok maka Pembacaan data tersendat-sendat .
  • Rule 7 : Jika media disk terdapat goresan dan melemahnya optic dan regulator CD-ROM rusak dan IC controller/IC buffer rusak dan perputaran motor disk sangat cepat atau bahkan sangat lemah maka CD-ROM tidak dapat membaca data.
  • Rule 8 : Jika motor disk rusak dan melemahnya optic dan regulator CD-ROM rusak maka disk tidak berputar.
  • Rule 9 : Jika motor baki rusak dan gigi roda kotor dan karet tape sudah mengembang maka CD-ROM susah dibuka atau ditutup.
  • Rule 10 : Jika sering terkena benturan/jatuh dan adanya gangguan dari motherboard ke layar dan VGA sudah lama maka VGA bermasalah.
  • Rule 11 : Jika terjadi kesalahan pada jaringan dan device drive yang kurang baik dan registry mengalami masalah dan program yang terhenti ketika dijalankan secara otomatis saat starup maka windows berhenti ketika starup.
  • Rule 12 : Jika windows terlalu lama digunakan dan software dan hardware yang diinstall terlala banyak dan banyaknya program yang diinstall maka windows menjadi lambat.
  • Rule 13 : Jika instruksi yang diiput tidak sesuai dengan bahasa program yang digunakan dan sebagian file tidak lengkap ketika diinstall dan program utility tidak bekerja dengan baik maka program berhenti merespon inputan.
  • Rule 14 : Jika adanya kesalahan ketika penghapusan progaram dan software yang dihapus masih ada yang tertinggal dan penghapusan program hanya pada foldernya saja maka pesan yang dihapus menampilkan pesan error.
  • Rule 15 : Jika refres rate terlalu tinggi dan driver Laptop tidak terinstall dengan benar maka maka layar berkedip-kedip.
  • Rule 16 : Jika windows belum diset untuk menggunakan kartu suara dan speaker belum terhubung dengan benar dan software yang digunakan untuk menampilkan suara belum terinstall dan hardware dan software terjadi konflik dan kartu suara belum di-setup degan benar maka Laptop tidak bisa menampilkan suara.
  • Rule 17 : Jika opsi fast shutdown rusak dan terjadi masalah pada perangkat hardware yang diinstall dan Bios harus diperbarui maka windows tidak bisa dimatikan.

Mesin inferensi
Didalam sistem pakar ini teknik inferensi yang digunakan adalah pelacakan
dan pencarian. Teknik pelacakan yang digunakan adalah teknik pelacakan ke depan (Forward Chaining), sedangkan untuk pencarian keputusan dari setiap permasalahan digunakan metode pencarian Best First Search yaitu pencarian yang mengganbungkan dua metode pencarian yang ada, yaitu metode Breadth First Search dan Depth First Search. Dari fakta-fakta dan aturan diatas dapat digambarkan dalam  pohon keputusan pohon keputusannya adalah sebagai berikut :


Gambar 1. Pohon Keputusan

Contoh beberapa Penjelasan dari kode-kode pada pohon keputusan.
G001 : IC Controller rusak
G002 :Putusnya sekring
pada motherboard
G003 :Keyboard terdapat
banyak debu
G004 :Sooket keyboard
renggang
G005 : Terlalu banyak
program yang diInstal

KESIMPULAN
Kesimpulan yang penulis dapat simpulkan berdasarkan paparan jurnal di atas adalah Sistem pakar yang dibuat ini mudah untuk digunakan oleh semua kalangan karena tampilan serta menu-menu yang ada pada sistem mudah untuk difahami oleh para pengguna atau user yang akan berkonsultasi dengan sistem dan Metode yang digunakan adalah Metode Forward Chaining serta teknik pencarian yang digunakan adalah Best First dengan menggunakan dan penerapan metode diatas dengan benar akan membantu user untuk mencari kerusakan dan menemukan solusi untuk kerusakan Laptop yang dialami.

DAFTAR PUSTAKA
  • Riskadewi dan Hendrik, Antonius. 2005. Penerapan Sistem Pakar Forward Chaining Berbasis Aturan Pada Pengawasan Status Penerbangan.
  • Arhami, Muhammad. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: ANDI.
  • Munawar. 2009. Pemodelan Visual dengan UML. Yogyakarta: Graha Ilmu.











No comments:

Post a Comment